SIDANG ITSBAT TERPADU PERDANA TAHUN 2016 DI KECAMATAN BALANTAK BERJALAN SUKSES

SIDANG ITSBAT TERPADU PERDANA TAHUN 2016 DI KECAMATAN BALANTAK BERJALAN SUKSES


pa-luwuk.net, 

Rabu. 30 Maret 2016. Bertempat di halaman Kantor Urusan Agama Kecamatan Balantak Kabupaten Banggai, Dengan menggandeng PEMDA dan KEMENAG  Kabupaten Banggai serta  Pengadilan Agama Luwuk telah bersiap untuk pelaksanaan sidang isbat nikah (massal) terpadu, tentu saja SEMA Nomor 3 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelayanan dan Pemeriksaan Perkara Voluntair Isbat Nikah dalam Pelayanan Terpadu yang menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut pada Rabu 30 Maret 2016.

Pelaksanaan sidang isbat nikah terpadu dibuka oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Balantak (Zulfan Kadim, S.Ag ), dalam sambutanya menjelaskan syarat yang bisa mengikuti sidang isbat nikah (massal) terpadu yaitu;  pasangan suami istri yang masih lengkap atau masih utuh, dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP dan KK  pas foto, Setelah dokumen-dokumen itu lengkap, pihak KUA lantas mendaftarkan permohonan isbat nikah (massal) ke PA  Luwuk.  PA  Luwuk melakukan validasi data, dan memanggil pasangan suami-istri yang datanya valid secara kolektif untuk menghadiri sidang.

Menurut penjelasan KUA  ternyata ada perbedaan yang mendasar antara isbat nikah (massal) dengan nikah (massal), yaitu pada implikasi hukumnya berlaku surut, meski isbat nikah dilakukan saat ini, status hukum pernikahan (sirri) pasangan suami-istri tersebut diakui kesahannya sejak pernikahan tersebut dilakukan. Dan sebaliknya meskipun sudah menikah (sirri) beberapa tahun yang lalu , lalu pasangan suami-istri melakukan nikah (massal) sekarang, maka status pernikahannya dihitung sah sejak sekarang. Jadi dengan isbat nikah status pernikahan jadi jelas , status anak-anak juga jelas. Harta bersama juga jelas dan mendapat perlindungan hukum.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Catatan Sipil Kabupaten Banggai, dalam penyampaiannya di hadapan para peserta Sidang itsbat terpadu ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini sangat-sangat bermanfaat baik untuk daerah maupun untuk para pihak yang mengajukan Sidang terpadu ini. Hal ini dikarenakan melalui program ini pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Banggai sangat terbantukan. Dan ini tidak mesusahkan masyarakat karna yang pro aktif adalah dari Pengadilan Agama, Pihak KUA dan Pemda itu sendiri.

Disampaikan pula bahwa poengurusan Akta Kelahiran Anak apabila akan berurusan di Kabupaten Banggai itu akan memakan biaya yang besar karena para pihak akan bolak balik dari balantak  ke Luwuk. Tentunya ini juga menyita waktu yang sangat banyak karna jarak dari balantak ke luwuk itu sangat jauh di tambah waktu pengurusannya akan lama. Karena harus Sidang dulu Pengadilan terus putusan di bawa lagi ke KUA untuk diterbitkan Buku nikahnya. Setelah itu di bawa lagi kecatatan sipil untuk di buatkan lagi akta kelahiran anaknya.

Sambutan Terakhir Di Sampaikan Oleh Ketua Pengadilan Agama Luwuk yang di Wakili Oleh Hakim Pengadilan Agama Luwuk Yakni Bapak Abdul Muhgadi, S.Ag. MH. Dalam penyampaiannya, Pengadilan Agama Luwuk mengucapkan rasa Terima Kasih Yang sebesar-besarnya Kepada pihak KUA dan Catatan sipil sehingga kegiatan pelaksanaan siding Terpadu Itsbat nikah ini berjalan dengan sukses tanpa ada halangan yang berarti. Besar harapan Ketua Pengadilan Agama Luwuk agar kegiatan ini terus berkesinambungan. Beliau berharap agar kegiatan ini bukan cuma sekali diadakan di kecamatan Balantak agar masyarakat lain yang belum mendaftar bisa juga merasakan akan kemudahan dari program yang di laksanakan saat ini.

Abdul Muhadi, S.Ag MH. Juga berpesan kepada para pihak yang bermohon agar sepulangnya nanti, para pihak memberitahukan kepada keluarganya yang belum mempunya buku nikah dan akta kelahiran anaknya agar supaya bisa ikut dalam pelaksanaan itsbat nikah selanjutnya. Karna Produk dari sidang isbat nikah terpadu adalah pasangan suami-istri hari itu langsung mendapatkan salinan penetapan dari PA  Luwuk yang langsung berkekuatan hukum tetap. Dengan salinan penetapan itu, mereka langsung bisa mengurus surat nikah kepada petugas KUA yang berada di lokasi, sehingga pasangan suami-istri itu dapat memperoleh surat nikah pada hari itu juga. Sedang untuk memperoleh akta kelahiran anak-anak mereka, cukup menyerahkan surat nikah kepada petugas Disdukcapil, maka Akta kelahiran akan diterbitkan.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Muhadi, S.Ag MH memberi arahan bahwa pelaksanaan sidang isbat nikah (massal) terpadu ini merupakan yang pertama dilakukan untuk tahun 2016,  yang bertujuan memberi solusi bagi pasangan pelaku nikah di bawah tangan / nikah sirri di  Luwuk yang banyak merugikan pihak istri dan anak-anak. karena itu, kami  menyarankan agar anak-cucu tidak jadi korban pernikahan di bawah tangan, Insya Allah ke depan dengan sidang isbat nikah terpadu ini masyarakat  Luwuk terbebas dari kondisi tidak memiliki buku nikah, dan mudah mudahan pasangan suami istri yang mengikuti program ini jadi pasangan yang langgeng sakinah mawaddah warohmah, Dan Dengan Mengucapkan BismillahirahmaniRahim Kegiatan Itsbat Nikah Di Buka Dengan Resmi. (Fadli.D.Thalib.)